7 Hari Jelajah Sulawesi Selatan

Berbicara mengenai destinasi  wisata yang ada di Sulawesi selatan tak pernah ada habisnya. Sulawesi selatan sangat luas. Kalau hanya sekedar ditulis 500-1000 kata, itu ma nda cukup. Dari destinasi pantai/laut, gunung, goa, air terjun, tempat bersejarah, kuliner dan lain-lain bisa didapatkan disini.
Segitu banyaknya tempat destinasi yang ada,  dalam waktu seminggu kemana saja tempat yang cocok untuk menghabiskan waktu di Sulawesi Selatan?  Untuk itu saya mencoba menuliskan internerary  selama seminggu berada di Sulawesi Selatan. Untuk basecamp awal yakni kota Makassar di mana ini dijadikan patokan dasar untuk mengelilingi Sulawesi selatan.

1.     Taman Prasejarah Leang-leang dan Taman Wisata Bantimurung (1 hari)
Taman Prasejarah leang-leang berada di kelurahan Leang-leang, Maros. Lebih kurang 30 km dari kota Makassar. Taman prasejarah Leang – leang dan Bantimurung cukup berdekatan, jadi bisa dijelajahi dalam sehari. Akses transportasi umum ke tempat ini bisa menggunakan angkutan umum. Akan tetapi situasinya mesti nyambung-nyambung berhubung tidak ada transportasi umum yng langsung ke lokasi. Ada baiknya menggunakan kendaraan sewa dari kota Makassar sehingga puas menggunakannya.

Salah satu yang bisa dilihat di sini yakni Goa Pattea. Goa Pettea merupakan tempat tinggal nenek moyang dahulu kala kira-kira 5000 tahun yang lalu. Di Goa ini ditemukan peninggalan nenek moyang berupa alat-alat yang dibuat dari batu, sisa makanan yang berupa sisa makanan berupa tulang binatang dan kulit kerang. Dan yng dapat dilihat di sini yakni lukisan cap tangan dan binatang.


Tangga Masuk ke Goa Pattea
Setelah berpanas ria mengelilingi Taman Prasejarah Leang-leang ada baiknya perjalanan dilanjutkan ke Bantimurung. Jarak dari Taman Prasejarah Leang-leang ke Bantimurung tidak begitu jauh. Lebih kurang 3 km. Air terjun yang begitu elok dipandang dan airnya begitu dingin bisa menghilangkan rasa lelah.
Selain air terjun yang didapatkan, di Taman Wisata Bantimurung juga kita bisa dapatkan wisata penelusuran Goa dan Museum Kupu-kupu.

Area permandian Taman Wisata Bantimurung
Pengunjung sedang menikmati air terjun Bantimurung
1.     Rammang-Rammang (1 Hari )
Tempat yang eksotis yang sayang jika tak dikunjungi ketika berkunjung ke Sulawesi Selatan yakni Rammang-Rammang. Ada yang mengatakan bahwa tempat ini sebagai “Vietnamnya  Sulawesi Selatan” berhubung pemandangan Karts yang mengelilingi kampung ini menyerupai pemandangan yang ada di Vietnam.
Rammang-rammang merupakan salah perkampungan yang berada di Kabupaten Maros, sekitar 40 km Dari kota Makassar dapat ditempuh dengan kendaraan umum (pete-pete) Makassar-Maros atau Makassar-Pangkep. Durasi yang waktu digunakan untuk sampai ke sana sekitar 45 menit dari kota Makassar (untuk motor).
 
Tim backpacker Jelajah Indonesia
View Perkampungan Rammang-rammang
We're in here
1.     Danau Tanralili (2 Hari )
Danau Tanralili merupakan destinasi alam yang belum lama terekspose. Dan bisa jadi belum banyak yang tahu akan keindahan tempat ini. Sempat bertanya kepada teman-teman yang pernah berkunjung ke sini bahwasannya danau ini layaknya Ranu kumbolo Semeru.
Danau ini berada di Kabupaten Gowa, tepatnya berada di kelurahan Lengkese, Kecamatan Parigi. Estimasi waktu untuk sampai ke dusun terkakhir sebelum menuju ke Danau Tanralili lebih kurang 4 jam dari Kota Makassar. Sedangkan perjalanan dari dusun terakhir ke lokasi Danau Tanralili butuh waktu lebih kurang 2 jam.
Selamat datang di Danau Tanralili 
View tenda para Pengunjung 
1.     Pulau Samalona (2 Hari )
Ada cukup banyak pulau yang ada pesisir Sulawesi Selatan baik di Makassar, Pangkep dan beberapa kabupaten lainnya yang ada di Sulawesi selatan. Namun untuk saat ini saya akan menuliskan pesona pulau Samalona yang merupakan salah satu pulau dari beberapa pulau yang ada di pesisir kota Makassar yang sayang jika tak dikunjungi. Pulau samalona berada di bagian Barat Kota Makassar. Lebih kurang 30 menit menggunakan perahu cepat dengan kapasitas maksimal 10 orang. Biayanya berkisar Rp.350.000-Rp. 500.00,- untuk PP tergantung kemampuan bernegosiasi.
Pasir putih dan terumbu karang yang menjadi daya tarik pulau ini. Di sini juga terdapat rumah penyewaan jika hendak menginap di pulau ini begitu aktivitas snorkeling bisa di lakukan di pulau ini. Jadi boleh dikata tiap akhir pekan ini tempat ramai dikunjungi oleh wisatawan domestic maupun luar negeri.
Saya merekomendasikan dua hari ke tempat ini supaya bisa menikmati sunset dan sunrise di pulau ini. Selain itu kita memiliki banyak waktu untuk mengelilingi pulau ini.

 
Pulau Samalona
Anak pemilik penginapan sedang bermain pasir 
1.     Benteng Roterdam dan Jln. Sombaopu (1 Hari)
Selain mengenal keindahan alam Sulawesi selatan, ada baiknya sedikit mereview peninggalan sejarah yang ada di Sulawesi selatan. Salah satunya yakni Benteng Rotterdam. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan di mana tepatnya berada di Kecamatan Makassar.
Nama asli benteng ini adalah Benteng Ujung Pandang, biasa juga orang Gowa-Makassar menyebut benteng ini dengan sebutan Benteng Panyyua yang merupakan markas pasukan katak Kerajaan Gowa. Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'risi' kallonna.
Di kompleks Benteng Ujung Pandang kini terdapat Museum La Galigo yang di dalamnya terdapat banyak referensi mengenai sejarah kebesaran Makassar (Gowa-Tallo) dan daerah-daerah lainnya yang ada di Sulawesi Selatan. So, nda ada salahnya untuk mke meluangkan waktunya ke tempat ini.
 
siswa SD sedang meninjau Benteng Rotterdam
Situasi Bangunan di Benteng Rotterdam
Beranjak dari Benteng Rotterdam kita bisa langsung ke kompleks ole-ole Makassar yang terletak di jalan Somba opu. ada baiknya setelah menjelajahi Sulawesi selatan untuk beberapa hari  wajib hukumnya untuk menginjakkan kaki di sini. Memang jika berkunjung ke suatu daerah, tak lengkap rasanya jika pulangnya tidak membawa buah tangan atau ole-ole khas dari daerah tersebut
Jalan Somba Opu berada di kelurahan Maloku, Kec. Ujung Pandang, bagian barat kota Makassar. Membentang dari utara ke selatan dengan panjang ± 1 Km, jalan ini bersebelahan dengan Jalan Penghibur, yang merupakan lokasi Pantai Losari. Jalan ini juga berada tidak jauh dari Fort Rottedam yang berada di Jalan Ujungpandang. 

Gerbang jalan Sumba Opu
Untuk daerah Toraja dan Bulumba yang mana kedua tempat ini sudah cukup terkenal nanti ditulis di sesi selanjutnya. Sebenarnya bisa dimasukkan dalam sesi 7 hari menjelajah Sulawesi Selatan tergantung dari masing-masing orang yang ingin berkunjung di Sulawesi selatan tinggal disesuaikan dengan keinginannya.
Apa yang saya tuliskan di sini berdasarkan hasil kunjungan saya ke tempat-tempat tersebut. Semoga bermanfaat
Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog “Blog Competition #TravelNBlog 5: Jelajah SulSel” yang diselenggarakan oleh @TravelNBlogID

ooO Safaruddin Iyando Ooo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar